Pengertian dan Jenis-Jenis Jurnal Visual: Rangkuman Materi Seni Rupa Kelas 9
![]() |
| cara membuat jurnal visual (ss: ruslanwahid channel) |
Seni rupa merupakan salah satu bentuk ekspresi yang paling universal dan mendalam. Melalui seni, kita memiliki kebebasan luar biasa untuk mengekspresikan perasaan, pikiran, dan pengalaman hidup dalam wujud karya-karya visual. Setiap karya yang dihasilkan tidak hanya menjadi cermin dari visi kreatif, tetapi juga merupakan hasil dari proses pengamatan yang cermat terhadap dunia di sekitar kita.
Kemampuan untuk melihat dunia dengan sudut pandang yang unik serta kreativitas yang tinggi tentu tidak muncul begitu saja, melainkan memerlukan latihan yang terus-menerus dan terstruktur. Guna mengasah sudut pandang dan meningkatkan kemampuan kreatif, salah satu metode yang paling efektif adalah dengan membuat Jurnal Visual. Jurnal visual menjadi wadah pribadi untuk mencatat inspirasi sehari-hari, menggambar ide-ide spontan, serta mengeksplorasi berbagai teknik dan media artistik. Dengan demikian, pembuatan jurnal visual tidak hanya melatih keterampilan artistik, tetapi juga memperdalam pemahaman kita tentang diri sendiri dan lingkungan sekitar.
A. Pengertian dan Tujuan Jurnal Visual
1. Definisi Jurnal Visual
Jurnal visual (Visual Journal) didefinisikan sebagai sebuah catatan informasi yang disusun secara teratur dan dilengkapi oleh sejumlah bentuk visual yang dibuat oleh seniman atau pembuat jurnal tersebut. Bentuk visual ini dapat mencakup gambar, sketsa, kolase, atau catatan visual yang ditulis secara artistik. Jurnal ini dibuat menggunakan berbagai teknik dan media, seperti pensil, pensil warna, cat air, tinta, atau bahan-bahan lainnya, yang saling melengkapi untuk menciptakan narasi visual yang runtut, indah, serta mudah dipahami.
Pada dasarnya, jurnal visual adalah wadah kreatif tempat seseorang merekam pemikiran, ide, perasaan, dan pengalaman pribadi. Tujuan utama dari pembuatan jurnal visual adalah untuk memfasilitasi proses kreatif, merangsang imajinasi, dan memperdalam pemahaman diri serta dunia sekitar. Jurnal visual seringkali berfungsi sebagai tempat yang aman untuk berekspresi tanpa batasan, memungkinkan eksplorasi kreativitas tanpa takut akan kritik atau penilaian.
Dalam konteks pembelajaran seni rupa, jurnal visual sangat bermanfaat sebagai sumber referensi utama untuk merencanakan proyek-proyek seni. Melalui kegiatan ini, individu dapat membangun kemampuan menggambar secara bertahap, serta secara aktif mengeksplorasi berbagai teknik dan gaya artistik yang berbeda.
2. Manfaat Jurnal Visual
Jurnal visual menawarkan sejumlah manfaat signifikan dalam pengembangan diri dan keterampilan artistik. Jurnal ini adalah sarana untuk memperluas batas-batas kreativitas dan pemahaman diri. Beberapa manfaat utama jurnal visual meliputi:
a. Meningkatkan Kreativitas
Salah satu manfaat utama jurnal visual adalah kemampuannya untuk meningkatkan kreativitas secara drastis. Jurnal ini menyediakan ruang tanpa batas di mana individu memiliki kebebasan penuh untuk mengeksplorasi berbagai teknik, media, dan gaya artistik. Mulai dari sketsa sederhana hingga komposisi yang lebih kompleks, setiap karya yang dihasilkan mencerminkan imajinasi yang tak terbatas dan kemampuan untuk melihat dunia dengan cara yang unik. Proses ini tidak hanya memperluas pandangan artistik seseorang, tetapi juga memperkaya pengalaman estetik, memungkinkan penemuan keindahan dalam setiap detail di sekitar mereka.
b. Pengembangan Keterampilan Artistik
Selain sebagai alat ekspresi, jurnal visual memiliki peran penting dalam pengembangan keterampilan artistik seseorang. Dengan terlibat aktif dalam mencipta karya seni secara rutin, individu mendapatkan kesempatan berharga untuk melatih keterampilan dasar seperti menggambar, melukis, komposisi, dan berbagai teknik lainnya. Setiap percobaan dan eksperimen yang tercatat dalam jurnal membawa kemajuan dalam penguasaan seni rupa. Lebih lanjut, jurnal visual berfungsi sebagai tempat refleksi terhadap kemajuan dan pencapaian pribadi, yang memberikan dorongan motivasi untuk terus berlatih dan berkembang.
c. Pengelolaan Emosi dan Kesehatan Mental
Jurnal visual juga memiliki dampak signifikan dalam pengelolaan emosi dan kesehatan mental. Dalam situasi ketidakpastian atau stres, kegiatan mencipta karya seni dapat menjadi bentuk terapi yang sangat efektif. Melukis atau menggambar apa yang dirasakan membantu individu memproses emosi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ini memberikan kesempatan untuk melepaskan tekanan, menemukan kedamaian dalam diri sendiri, serta mengatasi perasaan yang berat melalui visualisasi kreatif.
B. Ragam Jenis Jurnal Visual
Jurnal visual dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis yang berbeda, tergantung pada fokus, bahan, dan gaya pembuatannya. Berikut adalah empat jenis jurnal visual yang umum dikenal:
1. Jurnal Seni (Art Journal)
Jurnal seni atau Art Journal adalah jenis jurnal visual yang berfokus pada seni buatan tangan, seperti lukisan, gambar, atau coretan ekspresif. Jurnal ini cenderung memakai media basah secara dominan. Oleh karena itu, penggunaannya melibatkan banyak cat, tinta, air, stempel, dan berbagai bahan basah lainnya bersamaan dengan kertas dan teks. Jurnal seni bersifat sangat eksperimental dan fokus pada proses artistik.
Salah satu seniman yang terkenal dengan gaya ini adalah Teesha Moore. Moore membuat halaman jurnal seni yang menakjubkan dengan menggunakan kombinasi lapisan cat, kolase, gambar, dan hiasan, menekankan pada tekstur dan warna yang kaya.
2. Scrapbook
Scrapbook (Buku Tempel) merupakan jenis jurnal visual yang berfokus pada melestarikan kenangan dan pengalaman tertentu yang pernah dialami pembuatnya. Jenis jurnal ini umumnya memiliki struktur yang lebih rapi dan secara khusus mengumpulkan berbagai informasi mengenai subjek tertentu, seperti liburan, keluarga, atau peristiwa penting. Scrapbook sering kali dibuat dengan produk kertas khusus dan cenderung menghindari desain buatan tangan atau media basah yang berlebihan, lebih mengutamakan penataan foto dan memorabilia.
Katie Pertiet adalah contoh desainer yang menggunakan desain scrapbook, menggabungkan berbagai gaya teks, grafik, dan visual digital untuk menghasilkan tampilan yang menarik dan indah, dengan fokus utama pada dokumentasi.
3. Jurnal Visual Barang Bekas (Junk Journal)
Jurnal visual barang bekas, atau yang dikenal sebagai Junk Journal, adalah jenis jurnal yang dibuat dari berbagai barang bekas atau sudah tidak terpakai. Jurnal jenis ini menghimpun berbagai macam bahan yang bisa ditemukan atau digunakan kembali (upcycled). Bahan yang digunakan meliputi halaman buku lama, kartu pos, foto vintage, label makanan, atau kertas bekas lainnya. Proses pembuatannya dapat menggunakan media basah (cat air atau cat minyak) maupun media kering (spidol atau pensil warna).
Junk Journal klasik cenderung memiliki gaya tekstur berlapis yang tebal. Seniman Norella Bouchard, misalnya, membuat perangkat digital dari jurnal ini yang terinspirasi dengan gaya vintage, menampilkan halaman-halaman yang terlihat tua dan usang dengan latar belakang berlapis tekstur, menciptakan estetika yang unik dan kaya detail.
4. Gluebook
Gluebook adalah jenis jurnal visual yang paling sederhana. Jurnal ini merupakan catatan yang hanya berisi kertas-kertas atau gambar yang ditemukan dari pengalaman pribadi atau kehidupan sehari-hari seniman. Berbagai kertas atau gambar tersebut ditempelkan menjadi kolase yang menarik. Untuk membuatnya, seseorang hanya perlu menyiapkan buku catatan, lem, dan koleksi barang cetak yang ingin diperlihatkan atau diabadikan, menjadikannya jenis jurnal yang sangat cepat dan spontan.
C. Bentuk Visual Utama dalam Jurnal Visual
Dalam jurnal visual, bentuk visual adalah metode ekspresi yang digunakan untuk menyajikan pemikiran, ide, perasaan, dan pengalaman secara visual. Penggunaan beragam bentuk visual membantu memperluas cara individu menyampaikan pemikiran dan memberikan kedalaman tambahan pada karya seni. Empat bentuk visual yang umum digunakan dalam jurnal visual adalah:
1. Gambar
Gambar merupakan bentuk visual yang paling dasar dan umum. Gambar merujuk pada representasi visual objek, orang, atau konsep tertentu, dibuat menggunakan pensil, cat air, atau media lainnya. Gaya gambar dapat bervariasi dari realistis hingga abstrak, tergantung pada pilihan individu. Dalam jurnal visual, gambar berfungsi untuk menangkap momen sehari-hari, menggambarkan ide-ide yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, atau menyampaikan pesan emosi secara langsung.
2. Sketsa
Sketsa adalah gambaran dasar atau kerangka dari suatu objek, pemandangan, atau konsep yang dibuat dengan cepat dan spontan. Sketsa biasanya dibuat menggunakan media yang memungkinkan seniman dengan cepat menangkap bentuk dan detail dasar subjek. Dalam jurnal visual, sketsa digunakan sebagai alat untuk merekam pemikiran atau ide yang muncul secara tiba-tiba.
Kelebihan utama sketsa adalah kesederhanaannya dan kemampuannya untuk menangkap esensi subjek dengan cepat. Hal ini memungkinkan pencatatan ide secara spontan tanpa perlu mengkhawatirkan detail rumit. Sketsa juga menjadi sarana yang sangat baik untuk melatih keterampilan pengamatan, pemahaman proporsi, dan pengembangan gaya pribadi dalam seni rupa.
3. Kolase
Kolase melibatkan penggabungan berbagai bahan atau elemen, seperti potongan kertas, gambar, foto, kain, atau bahan lainnya, untuk membuat komposisi visual yang baru. Melalui kolase, berbagai elemen visual yang berbeda disatukan untuk menciptakan karya seni yang unik dan ekspresif. Dalam jurnal visual, kolase digunakan untuk mengekspresikan ide, emosi, atau pengalaman dengan cara yang kreatif dan artistik, sering kali digunakan untuk merangkai narasi visual atau menggambarkan hubungan antar konsep.
Kelebihan utama kolase adalah fleksibilitasnya. Kita dapat bermain dengan tekstur, pola, dan warna, sehingga menciptakan dimensi tambahan yang kaya dalam karya seni yang dibuat dalam jurnal.
4. Kutipan (Teks)
Meskipun jurnal visual didominasi oleh elemen visual, unsur teks, khususnya kutipan, memainkan peran penting. Mengumpulkan dan menuliskan kutipan-kutipan kata-kata yang disukai dari buku, film, lagu, atau percakapan, dapat memberikan sentuhan personal dan inspiratif. Penting untuk memilih kutipan yang sesuai dengan tema atau suasana jurnal.
Kutipan dapat ditulis ulang dengan gaya penulisan yang artistik (tipografi) dan personal, yang berfungsi tidak hanya sebagai catatan tetapi juga sebagai bagian dari komposisi visual. Dengan demikian, tulisan-tulisan ini memberikan sentuhan kreatif dan inspiratif pada jurnal visual, melengkapi narasi yang dibangun melalui gambar dan kolase.
Secara keseluruhan, jurnal visual merupakan alat yang holistik dan fundamental dalam praktik seni rupa. Ia adalah ruang bagi eksplorasi tanpa batas, pengembangan keterampilan yang terstruktur, sekaligus sebagai catatan hidup yang kaya akan ekspresi pribadi.

Posting Komentar untuk "Pengertian dan Jenis-Jenis Jurnal Visual: Rangkuman Materi Seni Rupa Kelas 9"