Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Unsur Rupa pada Tumbuhan (Titik, Garis, Bidang, dan Bentuk), Ringkasan Materi Seni Rupa Kelas VIII SMP/MTs

Unsur Rupa pada Tumbuhan (Titik, Garis, Bidang, dan Bentuk)

unsur seni dalam tumbuhan

Seni rupa adalah salah satu bentuk ekspresi kreatif yang memungkinkan seniman untuk menyampaikan pesan, menggugah emosi, dan memengaruhi pandangan orang lain. Seni rupa dapat digunakan sebagai sarana untuk menunjukkan keindahan. Banyak inspirasi yang dapat digunakan untuk menciptakan suatu karya seni. Salah satu inspirasi tersebut dapat berasal dari tumbuhan di sekitar.

Tumbuhan memiliki berbagai bagian, seperti daun. Daun pada setiap tanaman, tentu tidaklah sama

Sebagai salah satu benda hidup, tumbuhan memiliki berbagai unsur rupa yang dapat menjadi inspirasi dalam kegiatan seni rupa. Unsur seni rupa adalah unsur-unsur visual yang dapat dilihat wujudnya dan digunakan untuk membentuk karya seni rupa. Beberapa unsur tersebut, di antaranya titik, garis, bidang, dan bentuk. Berikut penjelasan mengenai unsur-unsur tersebut.

1. Titik

Pada tumbuhan, titik bisa dijumpai pada bagian-bagian terkecilnya. Misalnya, ujung daun atau bunga. Contohnya, titik-titik berwarna hijau gelap yang sering tampak pada daun atau titik-titik cokelat tua pada tangkai daun.

Goresan sekecil apa pun selalu diawali atau terdiri dari sebuah titik. Meskipun kecil dan sederhana, unsur dasar seni rupa titik selalu memiliki peran yang sangat besar dan menjadi pusat perhatian dalam sebuah karya seni. Titik menjadi dasar seni rupa karena bisa melahirkan wujud ide/gagasan, lalu menciptakan sebuah garis, bentuk, dan bidang.

Titik merupakan unsur paling kecil dalam suatu karya seni rupa. Titik bisa digunakan untuk menciptakan unsur-unsur lain dengan cara menyusun atau menderet hingga menjadi suatu garis. Akan tetapi, titik juga bisa digunakan apa adanya tanpa suatu garis. Contohnya adalah penggunaan unsur titik tanpa adanya unsur garis pada karya seni rupa pointilis. Di mana pada karya tersebut titik diatur kerapatannya untuk bisa membentuk suatu objek gambar.

Eksplorasi titik dilakukan dengan cara memanfaatkan susunan titik yang diolah sedemikian rupa sehingga membentuk suatu kesan atau objek. Menggambar dengan menggunakan teknik ini memerlukan kesabaran dan ketelitian.

2. Garis

Garis merupakan hubungan antartitik yang bisa menghasilkan suatu guratan serbaguna. Guratan dari titik tersebut akan bisa membentuk unsur lain, seperti bidang maupun bentuk. Adapun Yoyok RM dan Siswandi, menjelaskan bahwa garis adalah gabungan titik-titik yang saling berimpit dan bisa digunakan untuk membuat bentuk, kontur, bidang, dan sebagainya.

Garis dalam bidang seni rupa/desain merupakan salah satu unsur seni rupa yang terpenting dan memiliki peranan besar, sebab garis merupakan pembentuk suatu bidang. Garis bersifat memanjang dan memiliki arah tertentu. Garis memberi pengaruh terhadap bentuk suatu objek, karena garis adalah batas suatu bidang.

Garis yang digunakan dalam membuat karya seni ada beragam. Berikut macam-macam gais dalam karya seni.

a. Garis horizontal

Garis horizontal merupakan garis dengan tampilan lurus mendatar. Garis ini bisa untuk menggambarkan garis cakrawala, pohon tumbang, orang tidur, dan sebagainya. Garis horizontal memberikan kesan tenang, damai, pasif, hingga kematian.

b. Garis vertikal

Garis vertikal adalah garis lurus yang berdiri tegak. Garis ini bisa dipakai untuk menggambar orang berdiri, pohon berdiri, dinding gedung, tebing, dan sebagainya. Kesan yang ditimbulkan dari garis ini adalah sesuatu yang diam, tak bergerak, kuat, stabil, dan kemegahan.

c. Garis diagonal

Diagonal merupakan garis lurus yang miring ke kanan atau ke kiri. Garis diagonal bisa digunakan untuk menggambar orang berlari, kuda melompat, dan pucuk pohon cemara. Kesan dari garis diagonal adalah dinamis, tak seimbang, gesit, dan lincah.

d. Garis melengkung

Garis melengkung bisa berbentuk setengah lingkaran, busur, maupun mengapung seperti pelampung. Bentuk ini biasa digunakan untuk menggambar awan, busa sabun, dan sebagainya. Kesan yang diciptakan dari garis melengkung adalah ringan, dinamis, kuat, luas, megah, dan kuat.

e. Garis zig-zag

Garis zig-zag adalah garis majemuk atau gabungan dari garis-garis lurus yang berliku-liku dan membentuk sudut runcing. Garis ini memberikan kesan semangat, gairah, gugup, mengerikan, dan bahaya.

f. Garis lengkung S

Garis lengkung S merupakan gabungan dari dua atau lebih garis lengkung. Garis lengkung S bisa digunakan untuk menggambarkan ombak. Kesan yang muncul dari garis lengkung S adalah indah, dinamis, dan luwes.

g. Garis kombinasi

Garis kombinasi merupakan gabungan dari beberapa jenis garis. Misalnya gabungan dari garis vertikal, diagonal dan lengkung S. Garis kombinasi dibuat dengan tujuan untuk memberi struktur garis yarıg lebih kompleks.

Garis juga memiliki peran ganda sebagai garis nyata dan sebagai garis semu. Adapun penjelasan mengenai kedua garis tersebut, sebagai berikut.

a. Garis nyata

Garis nyata terbentuk dari goresan secara langsung. Garis ini mengekspresikan suasana hati atau simbol emosi dari pembuatnya. Tekanan dan kecepatan goresan pada sebuah permukaan akan menghasilkan tampilan yang berbeda. Garis nyata berperan membentuk tekstur nyata atau kasar dan memiliki kemampuan mengomunikasikan kode, tulisan, huruf, lambang, dan lainnya.

b. Garis semu

Garis semu penting karena berperan menciptakan irama dan gerakan sesuai imajinasi untuk menyatukan objek menjadi satu kesatuan yang harmonis dalam sebuah karya seni rupa. Garis semu tidak didapat dengan cara menarik garis melainkan muncul karena adanya kesan batas dari bidang yang disebabkan karena perbedaan gelap terang, bayangan atau warna sehingga menghasilkan ilusi ruang dan gerakan.

3. Bidang

Di lingkungan sekitar dapat dilihat berbagai jenis tumbuhan. Padatumbuhan, dapat dijumpai bidang pada area tumbuhan yang terbentuk dari permukaan yang datar. Misalnya, pada daun dan pada kelopak bunga. Secara sederhana, bidang merupakan suatu garis yang ujungnya akan saling bertemu hingga membentuk suatu area tertutup. Bidang memiliki dua dimensi, yaitu panjang dan lebar. Bidang berfungsi memberikan struktur visual, membatasi ruang, dan menjadi dasar terbentuknya bentuk tiga dimensi. Unsur dasar seni rupa bidang terdiri dari bidang geometris (bidang yang beraturan) dan bidang nongeometris/organis (bidang yang tidak beraturan dan bebas).

a. Bidang geometris

Bidang geometris adalah bidang teratur yang dibuat secara matematis dan umumnya memiliki sudut dan sisi. Contoh bidang geometris, seperti segitiga, segi empat, segi lima, lingkaran, dan lainnya.

b. Bidang nongeometris/organis

Bidang nongeometris/organis adalah bidang yang dibuat secara bebas, umumnya tidak bersudut atau bidang gabungan. Contohnya berbentuk poho, binatang, daun, dan lainnya.

4. Bentuk

Setiap benda di alam memiliki bentuk atau wujud. Pada tumbuhan, bentuk dapat ditemukan pada bagian-bagian yang memiliki volume. Misalnya, bunga yang belum merekah, buah-buah kecil, ataupun batang dan ranting.

Bentuk adalah gabungan dari bidang-bidang yang menciptakan objek tiga dimensi atau dua dimensi. Bentuk merupakan salah satu unsur yang bisa dilihat pada karya seni rupa dua dimensi, contohnya pada gambar, lukisan, desain gratis, dan sebagainya. Bentuk juga bisa disebut sebuah unsur yang kompleks karena mempunyai tiga dimensi, yaitu panjang, lebar, dan tinggi yang digabung menjadi satu hingga membentuk sebuah volume atau isi.

Bentuk merupakan salah satu cara menyampaikan pesan dalam bahasa rupa. Bentuk dalam karya tiga dimensional dapat dicapai dengan berbagai kombinasi garis, ruang, warna, dan unsur ruta lainnya. Bentuk menjadi salah satu unsur utama yang penting dalam seni rupa, karena memberi identitas dan karakter pada sebuah karya seni.

Posting Komentar untuk "Unsur Rupa pada Tumbuhan (Titik, Garis, Bidang, dan Bentuk), Ringkasan Materi Seni Rupa Kelas VIII SMP/MTs"