Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berkreasi Seni 2D: Membuat Komik Strip 丨Rangkuman Materi Seni Rupa Kelas VIII SMP/MTs

membuat komik strip
Membuat Komik Strip 丨Rangkuman Materi Seni Rupa Kelas VIII SMP/MTs

Setiap cerita tentu memiliki tokoh di dalamnya. Tokoh-tokoh dalam cerita tersebut tentu menampilkan ekspresi tersendiri. Tokoh dapat berupa manusia ataupun tumbuhan yang diilustrasikan hidup selayaknya manusia. Di mana cerita dan ekspresi tersebut dapat digambarkan dalam sebuah komik. Salah satu jenis komik yang cukup populer barupa komik strip. Berikut penjelasan mengenai komik strip. 

1. Pengertian komik strip.

Komik berasal dari bahasa Yunani, yaitu komikos. Komikos sendiri dimaksudkan sebagai candaan atau suka cita. Komik awalnya memang memiliki karakteristik komedi dan bertujuan sebagai hiburan. Scott McLoud dalam bukunya Making Comics (2006) berpendapat bahwa sebuah komik terbentuk dari gabungan gambar dan teks yang ditempatkan dalam urutan tertentu. Scott McLoud mendefiniskan komik sebagai gambar-gambar dan lambang-lambang lain yang berdekatan dengan urutan tertentu yang bertujuan untuk memberikan informasi atau untuk mencapai tanggapan estetis dari para pembaca. Adapun menurut Gumelar, komik adalah urutan-urutan gambar yang disusun sesuai tujuan dan filosofi pembuatnya untuk menyampaikan pesan cerita, komik cenderung diberi lettering atau penulisan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan.

Di era modern sekarang ini, komik menjelma menjadi sebuah karya seni gambar yang memiliki banyak peminat. Komik menjadi sarana hiburan yang tepat karena memudahkan pembaca untuk menyimak sebuah cerita sekaligus menghibur pembaca dengan gambar dan kata-kata yang ada di dalamnya. Salah satu jenis komik yang sering dijumpai berupa komik strip.

Komik strip pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. The Yellow Kid, yang terbit di koran New York World pada 1895, dianggap sebagai pelopor komik strip modern. Era keemasan komik strip terjadi pada tahun 1930 sampai dengan 1950-an.

Di Indonesia, komik strip mulai berkembang pada era 1930-an melalui media massa Belanda. Put On, karya Kho Wan Gle, menjadi salah satu komik strip pertama dan menjadi pelopor komik-komik humor di Indonesia.

Komik strip adalah bentuk seni berupa rangkaian gambar yang biasanya terdiri dari tiga hingga empat panel, menceritakan sebuah kisah pendek atau lelucon dengan cara yang ringkas dan menghibur bagi pembacanya. Keunikan komik strip sendiri terletak pada kemampuannya menyampaikan pesan secara efektif melalui kombinasi gambar dan teks yang minimal.

2. Jenis-jenis komik strip

Istilah komik strip merujuk pada komik yang terdiri dari beberapa panel saja dan biasanya muncul di surat kabar ataupun majalah. Komik strip terbagi menjadi dua kategori, sebagai berikut.

a. Komik strip bersambung

Komik strip bersambung merupakan komik yang terdiri dari tiga atau empat panel yang terbit di surat kabar atau majalah dengan cerita bersambung dalam setiap edisinya.

b. Kartun komik

Komik strip dalam kategori kartun komik adalah komik yang hanya terdiri dari tiga atau empat panel yang merupakan alat protes dalam bentuk banyolan.

3. Ciri-ciri komik strip

Komik strip dicirikan secara khusus lewat lembar panel cerita bergambar yang ditampilkan di majalah-majalah. Cerita yang dinarasikan dan divisualkan komik strip bersifat sederhana. Dengan kata lain, kisahnya tidak panjang karena adanya keterbatasan halaman. Oleh karena itu, penggambaran pun akan divisualisasikan secara eksplisit agar pembacanya bisa mengetahui kejelasan ceritanya.

Akan tetapi, ada juga beberapa komik strip yang narasinya implisit lantaran tujuannya menyinggung atau mengkritik suatu pihak. Berikut ciri-ciri komik strip.

a. Divisualisasikan lewat majalah atau koran (satu halaman).

b. Cerita yang disampaikan sederhana dan tidak bertele-tele.

c. Cerita yang disampaikan eksplisit (jika konten edukasi dan pemasaran/iklan).

d. Cerita yang disampaikan implisit (jika merupakan konten kritik).

4. Elemen komik

Komik tidak akan tersusun tanpa elemen-elemen yang ada di dalamnya. Berikut elemen-elemen yang terdapat dalam komik.

a. Panel

Panel, yaitu kotak yang berisi ilustrasi dan teks yang nantinya membentuk sebuah alur cerita. Menurut McCloud, urutan dalam menyusun panel ini sama dengan urutan arah dalam membaca, yaitu dari kiri ke kanan, atas ke bawah atau searah dengan jaruh jam. Hal ini dikarenakan pembaca sudah terbiasa dengan membaca dari arah tersebut.

b. Parit

Parit merupakan sebuah ruang di antara panel satu dan panel lainnya. Parit sangat berperan penting dalam komik, karena kesinambungan cerita pada setiap panel bergantung dengan penggunaan paritnya.

c. Balon kata

Balon kata merupakan representasi dari pembicaraan ataupun narasi dari peristiwa yang sedang terjadi atau keadaan yang sedang digambarkan dalam panel tersebut. Secara garis besar, balon kata dibedakan menjadi tiga bentuk sebagai berikut.

1) Balon ucapan

Dalam komik representasi ucapan ini berbentuk seperti gelembung dengan penunjuk arah yang disebut ekor yang mengarah pada tokoh yang mengucapkan kata-kata tersebut.

2) Balon pikiran

Balon ini dipakai untuk merepresentasikan pemikiran tokoh dalam komik. Pemikiran berarti sebatas hanya kata-kata dalam batin saja. Visualisasi balon pikiran ini bentuknya seperti rantai yang saling menyambung.

3) Captions

Captions secara umum dipakai untuk pengisahan atau penjelasan naratif nondialog. Bisa juga berupa penjelasan situasi, adegan, ataupun setting lokasinya.

d . Ilustrasi

Ilustrasi adalah seni gambar yang dipakai untuk memberi penjelasan atas suatu tujuan atau maksud tertentu secara visual. Gambar atau ilustrasi memegang peran yang sangat penting, karena dengan adanya gambar dapat menjelaskan jalan cerita, bahkan sebuah kornik dapat dimengerti tanpa ada teks atau bacaan yang tertera. Gambar dikatakan sebagai bahasa universal dan dapat mengungkapkan sesuatu lebih cepat daripada sebuah teks. Terdapat dua jenis ilustrasi dalam komik, yaitu:

1) Ilustrasi kartun

Ilustrasi kartun merujuk pada suatu bentuk tanggapan lucu dalam citra visual. Tokoh-tokoh kartun bersifat fiktif yang dikreasikan untuk menjadi komedi-komedi bertema sosial serta visualisasi jenaka.

2) Ilustrasi realis

Gambar komik realis merupakan ikon yang paling mirip dengan manusia atau objek aslinya.

5. Fungsi komik strip

Komik termasuk suatu karya seni rupa yang memiliki banyak peminat. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa banyak yang masih menikmati komik. Komik dibuat dengan berbagai fungsi atau manfaat. Salah satu fungsi dari komik yang paling umum sebagai media atau sarana hiburan. Hal tersebut juga berlaku pada komik strip. Terdapat berbagai fungsi pada komik strip. Berikut beberapa fungsi utama komik strip.

a. Komik berfungsi sebagai hiburan

Komik dibuat dengan fungsi sebagai hiburan. Di mana sebagai hiburan, komik menyajikan cerita yang menghibur melalui gambar dan teks yang ringkas.

b. Sebagai sarana edukasi dan pembelajaran

Komik sebagai sarana edukasi dan pembelajaran mempermudah pemahaman materi pelajaran yang kompleks, meningkatkan minat belajar, serta melatih berpikir kreatif, kritis, dan karakter melalui visual yang menarik. Komik strip digital, bahkan bisa menjadi media pembelajaran interaksi sosial untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

c. Komik sebagai kritik sosial

Komik biasanya menggunakan humor dan satir untuk mengomentari berbagai isu sosial, politik, dan isu-isu yang sedang ramai dibicarakan publik.

d. Komik berfungsi dalam penyampaian informasi

Komik dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi secara efisien dan langsung, sering kali fokus pada satu isu tertentu.

e. Sebagai media kampanye dan promosi

Komik digunakan untuk mengampanyekan sesuatu atau mempromosikan produk dengan cara yang lebih halus dan menarik perhatian, terutama bagi kalangan muda.

f. Komik sebagai media seni

Komik strip dapat menjadi bagian dari dunia seni rupa dan dapat menjadi media literasi yang efektif.

6. Langkah membuat komik strip

Komik agar menarik harus dibuat dengan sebaik mungkin. Di mana dalam pembuatannya, tentu harus memperhatikan hal-hal penting yang terdapat dalam sebuah komik. Menurut Fadillah Tri dan Sefi Indra dalam Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia, langkah pertama untuk membuat komik strip adalah menyiapkan atau memilih cerita. Selanjutnya, diteruskan dengan langkah meringkas cerita melalui dialog singkat, membuat sketsa, hingga menebalkan sketsa tersebut. Berikut penjelasan masing-masing langkah membuat komik strip.

a. Mempersiapkan cerita

Pada tahap awal ini, pembuat komik strip bisa menulis cerita singkat tentang sebuah peristiwa. Adapun untuk opsi, bisa juga mengambil cerita dari internet yang sekiranya cocok dengan pembuat komik.

b. Meringkas cerita

Setelah menulis atau menemukan naskah yang cocok, pembuat komik baru bisa meringkas cerita tersebut menjadi lebih singkat lagi. Maksudnya, agar tidak terlalu panjang ketika diaplikasikan ke komik strip.

c. Membuat sketsa

Setelah cerita yang sangat singkat tersebut sudah jadi, langkah selanjutnya adalah penggambaran sketsa. Pembuat komik bisa menggambar sesuai tokoh yang ada di dalam kisah. Kemudian, menyajikannya melalui empat panel. Ada juga balon dialog untuk menaruh percakapannya.

d. Mempertebal warna komik

Setelah sketsa selesai, maka langkah selanjutnya adalah menebalkan warna-warnanya. Dengan begitu, komik strip akan terlihat lebih berwarna dalam menyampaikan informasinya.

Posting Komentar untuk "Berkreasi Seni 2D: Membuat Komik Strip 丨Rangkuman Materi Seni Rupa Kelas VIII SMP/MTs"