Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Unsur Rupa Warna, Ruang, Gelap Terang dan Tekstur pada Tumbuhan I Rangkuman Materi Seni Rupa Kelas VIII


Tumbuhan yang ada di sekitar ada yang berwarna gelap dan ada juga yang berwarna terang. Dalam seni rupa, hal tersebut tentu penting untuk diperhatikan. Selain itu, supaya gambar atau lukisan yang dibuat terlihat seperti aslinya maka tekstur yang ada juga perlu diperhatikan. Selain titik, garis, bidang, dan bentuk maka dalarn membuat karya seni rupa juga perlu memperhatikan unsur lainnya. Adapun unsur lain yang dimaksud, yaitu warna, ruang, gelap terang, dan tekstur. 

Berikut penjetasan mengenai warna, ruang, gelap terang, dan tekstur dalam unsur seni rupa.

1. Warna

Di lingkungan sekitar tentu terdapat banyak jenis tumbuhan. Setiap tumbuhan tentu memiliki warna yang berbeda.

Pada tumbuhan, warna dapat ditemukan pada semua bagian. Contohnya, warna cokelat pada batang pohon dan ranting, warna hijau pada daun, warna pink atau kuning pada bunga, dan warna putih pada putik.

Warna juga merupakan unsur yang paling mencolok pada suatu karya seni rupa. Warna adalah pantulan cahaya terhadap benda yang memiliki pigmen tertentu.

Warna yang dapat digunakan dalam membuat karya seni ada berbagai macam. Dalam bukunya yang berjudul Dasar-Dasar Tata Rupa dan Desain, Sadjiman membedakan warna menjadi dua, yaitu warna aditif dan subtraktif. Warna aditif adalah warna yang berasal dari cahaya dan disebut spektrum. Sedangkan warna subtraktif adalah warna yang berasal dari bahan yang disebut pigmen. Sebuah warna terjadi karena fenomena alam berupa cahaya yang mengandung warna spektrum pelangi atau karena penambahan pigmen.

Selain itu, berdasarkan asalnya, warna terbagi menjadi tiga kelompok. Adapun kelompok warna tersebut, sebagai berikut:

a. Warna primer

Warna primer adalah warna dasar atau warna utama yang dijadikan dasar dari terciptanya warna lain. Warna primer terdiri dari warna merah, kuning, dan biru.

b. Warna sekunder

Warna sekunder merupakan warna yang dihasilkan dari pencampuran warna primer dengan proporsi yang sama. Contoh warna sekunder, yaitu:

1) Warna jingga/oranye merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning.

2) Warna hijau adalah hasil dari campuran warna biru dengan warna kuning.

3) Warna ungu adalah hasil dari campuran warna merah dan warna biru.

c. Warna tersier

Warna tersier merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Warna tersier merupakan warna penengah antara warna primer dan sekunder.

Adapun contoh warna-warna tersier, antara lain:

1) Warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga.

2) Warna cokelat merupakan campuran dari tiga warna, yaitu merah, kuning, dan biru.

Dalam seni rupa, warna memiliki peran yang sangat penting dan kompleks. Berikut beberapa fungsi warna dalam seni rupa.

a. Mengekspresikan emosi

Seniman sering menggunakan warna sebagai alat untuk mengekspresikan emosi dan perasaan. Misalnya, penggunaan warna-warna cerah dan kontras dalam karya-karya ekspresionisme abstrak untuk mengekspresikan gejolak emosi.

b. Menciptakan ilusi ruang

Dalam seni lukis, warna dapat digunakan untuk menciptakan ilusi ruang dan kedalaman pada kanvas dua dimensi. Teknik ini dikenal sebagai perspektif atmosferik.

c. Memengaruhi persepsi bentuk

Warna dapat memengaruhi bagaimana orang mempersepsikan bentuk dan volume dalam sebuah karya seni. Misalnya, warna-warna terang cenderung membuat objek terlihat lebih besar, sementara warna-warna gelap dapat membuat objek terlihat lebih kecil.

d. Menyampaikan simbolisme

Dalam banyak tradisi seni, warna memiliki makna simbolis tertentu. Misalnya, dalam seni religius, warna emas sering digunakan untuk melambangkan keilahian atau kesucian.

e. Menciptakan harmoni atau disharmoni

Seniman dapat menggunakan warna untuk menciptakan harmoni visual yang menyenangkan atau disharmoni yang merigganggu, tergantung pada efek yang ingin dicapai.

f. Mewakili alam,

Warna dapat berperan mewakili alam dalam seni rupa, terutama untuk menggambarkan objek alam. Penggambaran pohon, misalnya akan tampak seperti senyatanya dengan pemberian warna hijau pada daunnya dan cokelat pada batangnya. Demikian pula dengan penggambaran langit dengan warna biru, penggambaran matahari dengan warna merah atau jingga, dan sebagainya.

2. Ruang

Semua benda yang terdapat di bumi ini menempati ruang. Benda di dunia ini tidak dapat berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan benda lain yang ada di sekitarnya. Pada tumbuhan, ruang dapat ditemukan pada berbagai objek yang berkumpul di satu titik. Contohnya, ruang pada sekuntum bunga, ruang pada serimbun daun, atau ruang pada lapisan kulit batang.

Unsur ruang dalam seni rupa adalah area yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur lain dan dapat diciptakan secara nyata (pada karya tiga dimensi seperti patung) atau semu (pada karya dua dimensi seperti lukisan) untuk memberikan kesan kedalaman dan dimensi.

a. Ruang nyata merupakan ruang yang bisa dirasakan secara langsung dan bersifat nyata, misalnya ruang dalam bangunan. Ruang nyata ini bersifat tiga dimensi.

b. Ruang semu hanya kesan khayalan (ilusi) atau bersifat semu. Misalnya sebuah karya dua dimensi yang menampilkan gambar perspektif ruangan yang menghasilkan kesan tiga dimensi. Ruang tersebut dikatakan semu, karena bentuk-bentuk yang digunakan dan ditempatkan, direkayasa agar mengecoh atau menimbulkan ilusi tiga dimensi sehingga terbentuk ruang maya.

Ruang juga masih dibagi menjadi dua, yaitu ruang positif dan ruang negatif. Ruang positif adalah suatu ruang yang berada di dalam bidang atau volume. Ruang negatif adalah suatu ruang yang berada di luar berbagai bidang atau volume. Ruang bisa dimanfaatkan agar memberikan kesan-kesan tertentu pada suatu karya yang dibuat. Adapun fungsi ruang dalam unsur rupa, antara lain:

a. Menciptakan ilusi kedalaman (tiga dimensi).

b. Memberikan kesan ekspresi.

c. Menunjukkan nilai pakai (fungsi pakai).

d. Menciptakan kesan subjektif.

Membuat karya seni rupa pada dasarnya merupakan kegiatan mengorganisasikan ruang positif dan ruang negatif secara efektif agar interaksi keduanya dapat mencapai harmoni dan keindahan.

3. Gelap terang

Keberadaan gelap dan terang begitu penting untuk diperhatikan karena mampu membuat suatu karya menjadi lebih seimbang atau tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap. Unsur gelap terang timbul karena ada perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda. Perbedaan ini menyebabkan tingkat nada warna (value) yang berbeda, bagian yang terkena cahaya akan terlihat lebih terang daripada bagian yang tidak terkena cahaya.

Gelap terang dapat dilihat pada objek, seperti tumbuhan. Pada tumbuhan, gelap terang dapat diindentifikasi berdasarkan posisi objek dan kedekatannya dengan sumber cahaya. Objek yang paling dekat dengan sumber cahaya akan tampak lebih terang dan objek yang jauh dari sumber cahaya akan tampak lebih gelap. Contohnya area gelap pada bagian bawah daun.

Gelap terang (value), merupakan unsur visual yang berkaitan dengan intensitas cahaya. Secara sederhana, gelap terang adalah gradasi warna dari yang paling gelap (hitam) hingga yang paling terang (putih). Unsur dasar seni rupa gelap terang memiliki berbagai fungsi, sebagai berikut.

a. Menciptakan ilusi kedalaman

Dengan mengatur intensitas gelap terang, seniman dapat menciptakan ilusį, ruang tiga dimensi pada permukaan dua dimensi. Objek yang lebih dekat biasanya digambarkan dengan kontras yang lebih kuat, sementara objek yang jauh memiliki kontras yang lebih lembut.

b. Membangun volume dan bentuk

Gelap terang membantu mendefinisikan bentuk dan volume objek. Gradasi dari terang ke gelap dapat membuat objek terlihat bulat, cembung, atau cekung.

c. Mengarahkan fokus

Area dengan kontras gelap terang yang kuat cenderung menarik perhatian. Seniman dapat menggunakan unsur gelap terang untuk mengarahkan fokus pada bagian tertentu dari karyanya.

d. Menciptakan suasana

Penggunaan gelap terang yang tepat dapat membangun suasana emosional dalam karya seni. Kontras yang kuat bisa menciptakan kesan dramatis, sementara gradasi lembut bisa memberikan kesan tenang dan damai.

e. Memperkuat komposisi

Pola gelap terang dapat digunakan untuk menyeimbangkan komposisi dan menciptakan ritme visual dalam karya seni.

Penerapan unsur gelap terang dalam suatu karya tidak boleh asal-asalan, sebab hal ini akan berpengaruh pada hasil karyanya. Teknik gelap terang dibedakan menjadi dua, yaitu chiaroscuro dan silhouette.

a. Teknik chiaroscuro

Chiaroscuro berasal dari bahasa Italia, yaitu chiaro yang berarti cahaya dan scuro yang artinya gelap. Teknik chiaroscuro merupakan teknik artistik yang menggunakan kontras tinggi antara terang dan gelap untuk menciptakan kesan tiga dimensi dan kedalaman.

Tujuan dari teknik ini, yaitu memodelkan bentuk, menciptakan suasana dramatis atau misterius, dan mengarahkan perhatian penikmat karya ke bagian tertentu dari karya.

b. Teknik silhouette

Teknik silhouette merupakan teknik pembuatan gambar di mana subjek tampak sebagai bentuk gelap pekat tanpa detail, karena semua pencahayaan berasal dari belakang subjek. Teknik ini bertujuan menekankan bentuk subjek secara umum dan menciptakan kesan dramatis atau misterius dengan menghilangkan detail.

4. Tekstur

Pada tumbuhan, tekstur cukup sering dijumpai pada semua permukaan, misalnya pada batang pohon, daun, bunga, dan tangkai. Contohnya, tekstur kasar pada batang pohon, tekstur licin pada beberapa jenis daun, dan tekstur berbulu pada beberapa jenis daun dan bunga.

Pada karya seni rupa, unsur tekstur juga penting untuk diperhatikan. Hal ini dapat memberikan kesan tersendiri pada karya yang dibuat. Tekstur adalah sifat permukaan pada setiap benda yang dapat dianalisis melalui dua aspek, yaitu kualitas raba permukaan dan kualitas visual suatu benda. Kualitas raba permukaan adalah tekstur yang bisa dirasakan dengan indra peraba (ujung jari) dan tekstur visual dapat dirasakan lewat pancaindra penglihatan. Tekstur menentukan kualitas permukaan benda yang terlihat paling awal dan memberikan karakter tertentu pada bagian permukaan bidang, halus, lembut, lunak, kasar, licin, mengilap, dan dapat menimbulkan nilai estetik pada suatu benda dan karya seni. Tekstur ada dua jenis, yaitu:

a. Tekstur nyata adalah tekstur yang sifat permukaannya bisa dirasakan melalui indra rabaan dan penglihatan/visual serta menunjukkan kesan yang sebenarnya.

b. Tekstur semu, yaitu tekstur yang jika dilihat secara visual terlihat kasar tetapi apabila diraba ternyata halus.

Tekstur menjadikan suatu karya seni rupa bernilai tinggi karena memberikan irama dan dinamika pada karya seni rupa. Dalam membuat tekstur terdapat beberapa teknik yang telah dikenal dan dapat diimplementasikan. Teknik dalam membuat tekstur, di antaranya:

a. Teknik frottage adalah teknik yang dilakukan dengan cara meletakkan kertas di atas permukaan benda yang memiliki tekstur, lalu kertas akan ditekan dan diarsir menggunakan pensil atau krayon.

b. Teknik grattage merupakan teknik membuat tekstur dengan mengaplikasikan cat minyak warna gelap kemudian ditimpa warna terang atau sebaliknya lalu digores.

c. Teknik tempel adalah teknik membuat tekstur dengan cara menempelkan berbagai bahan yang ada pada sebuah bidang datar.

d. Teknik ebru/swirling adalah teknik yang dilakukan dengan cara menuangkan cat minyak ke dalam ember atau nampan lalu dicampur dengan minyak dan air, kemudian diaduk pelan agar warna-warna tesebut membentuk tekstur semu.

Setiap unsur rupa tentu memiliki manfaat tersendiri bagi suatu karya seni. Adapun manfaat tekstur dalam seni rupa, antara lain:

a. Tekstur dapat mempertegas dan memperkuat gambar atau lukisan yang dibuat.

b. Tekstur menyatukan unsur lukisan dan kriya atau kerajinan dalam sebuah karya.

c. Membuat tekstur melatih indra peraba dan penglihatan secara lebih saksama.

Menganalisis Unsur Rupa pada Tumbuhan

Karya seni rupa, baik yang tradisional maupun modern, sering kali mengambil tema dari elemen alam, termasuk flora. Hal ini menunjukkan bagaimana seni dan alam saling berinteraksi. Seni rupa hadir di setiap aspek kehidupan, terutama dalam bentuk tumbuhan yang sering terabaikan. Dengan memahami unsur-unsur seni rupa seperti titik, garis, bentuk, warna, dan tekstur, maka orang dapat lebih menghargai keindahan serta kompleksitas lingkungan sekitar. Selain itu, unsur lain yang dapat diamati pada tumbuhan di sekitar, di antaranya bidang, bentuk, ruang, dan gelap terang. Semua unsur-unsur tersebut merupakan unsur rupa yang ada dalam sebuah karya seni.

Seorang seniman menggunakan berbagai unsur seni rupa seperti titik, garis, warna, tekstur, bidang, bentuk, ruang, dan gelap terangnya warna untuk mengomunikasikan gagasannya. Adapun untuk mengasah kepekaan estetik dalam menciptakan karya seni rupa dapat dilakukan dengan pendekatan apresiatif. Pendekatan apresiatif dilakukan dengan meninjau dan menganalisis karya seni rupa. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan menganalisis unsur-unsur rupa pada tumbuhan di sekitar.

Berdasarkan tumbuhan yang ada di sekitar, maka dapat diamati berbagai unsur rupa dir dalamnya. Berikut beberapa unsur rupa yang dapat ditemukan.

1. Unsur garis dapat ditemukan pada daun, urat daun, dan bentuk cabang. Garis dapat memberikan kesan deskriptif, abstrak, atau menyiratkan suatu bentuk.

2. Bentuk dan bidang pada tumbuhan yang dapat diidentifikasi, seperti bentuk bulat daun, tumpul pada kelopak bunga, atau bentuk geometris tidak teratur pada ranting. Adapun bidang nongeometris dapat ditemukan pada bentuk bunga dan daun yang meniru alam.

3. Analisis variasi warna dapat dilihat pada daun (hijau tua, muda, beraneka warna), bunga, dan batang. Warna dapat digunakan untuk menciptakan kontras, menciptakan kedalaman, atau menunjukkan perbedaan musim.

4. Tekstur dapat diamati pada permukaan daun, kulit batang, atau bunga. Tekstur dapat halus, kasar, mengilap, atau beralur. Tekstur juga dapat berubah sepanjang musim, misalnya dari halus (daun muda) menjadi kasar (kulit kayu).

5. Unsur ruang dapat diperhatikan dari cara tumbuhan mengisi ruang. Tumbuhan yang rimbun memberikan kesan kedalaman, sementara dahan kering yang kosong menciptakan ruang dan kontras dengan bagian tumbuhan lain yang lebih penuh.

6. Gelap terang dapat diamati pada bagaimana cahaya memengaruhi bagian tumbuhan dan menciptakan bayangan. Ini menciptakan kesan tiga dimensi dan kedalaman pada objek.

Posting Komentar untuk "Unsur Rupa Warna, Ruang, Gelap Terang dan Tekstur pada Tumbuhan I Rangkuman Materi Seni Rupa Kelas VIII"